Ketika kamu mengatakan bahwa kamu 'terlalu peduli' pada urusan, perasaan, dan penilaian orang lain, mari kita jujur pada diri sendiri menggunakan pisau bedah Stoikisme: apakah itu benar-benar kepedulian yang tulus, atau justru bentuk kecanduan terselubung terhadap pengakuan mereka? Kamu telah menyerahkan kunci benteng batinmu kepada orang luar. Kamu bahagia hanya jika mereka tersenyum padamu, dan kamu merasa runtuh hanya karena satu tatapan dingin atau kritik tak mendasar yang mereka lontarkan di media sosial atau kehidupan nyata.Sadarilah bahwa dengan terlalu memedulikan apa yang mereka pikirkan tentangmu, kamu sedang membangun sebuah penjara megah di mana orang lain bertindak sebagai sipirnya, dan kamu adalah tawanan yang menyerahkan diri secara sukarela. Pikiran manusia adalah tempat yang labil dan penuh prasangka; menggantungkan kedamaian jiwamu pada isi kepala orang lain adalah cara paling instan untuk menjadi gila. Hidupmu adalah kedaulatanmu. Jika seluruh langkah kakimu hari ini diatur agar tidak menyinggung orang lain atau demi membuat mereka terkesan, maka sebenarnya kamu belum pernah benar-benar hidup. Kamu hanya sedang mementaskan teater sandiwara demi memuaskan penonton yang bahkan akan melupakan namamu saat lampu panggung dipadamkan.
